Cara Menanam Kangkung Hidroponik – Petani Digital

Cara Menanam Kangkung Hidroponik - Petani Digital

Anda perlu mempelajari cara menanam kangkung hidroponik, sehingga Anda bisa memanen sayuran ini setiap saat dan menikmati hidangan kesukaan Anda kapanpun.

Kangkung merupakan salah satu sayuran kesukaan semua orang. Jika Anda juga mencintai sayuran ini, artikel ini bisa Anda simak ya.

Ada banyak cara untuk menanam kangkung dengan metode hidroponik. Misalnya, Anda bisa memanfaatkan salah satu antara wadah tanam seperti botol plastik bekas, baskom, atau pipa paralon.

Anda juga bisa menggunakan media tanam berupa rockwool, arang sekam, atau media tanam lain.

Cara Menanam Kangkung Hidroponik dengan Botol Bekas

Menanam kangkung sebenarnya tidak membutuhkan terlalu banyak lahan. Berkat bantuan metode hidroponik, Anda bisa mengetahui cara menanam kangkung hidroponik meskipun lahan yang Anda miliki sangat terbatas.

Sebelum mulai menanam kangkung, ada beberapa persiapan yang harus Anda lakukan terlebih dahulu:

  • Menyiapkan benih kangkung berkualitas yang bisa Anda beli dari toko pertanian
  • Botol plastik bekas
  • Pasir, floral foam, atau arang sekam
  • Nutrisi hidroponik atau larutan penyubur tanaman
  • Gunting atau pisau cutter
  • Solder atau paku
  • Sumbu kompor (boleh digunakan atau tidak)

Setelah semua selesai Anda persiapkan, ada 2 teknik menanam kangkung hidroponik dengan menggunakan botol plastik bekas yang perlu Anda ketahui. Yang pertama adalah dengan menggunakan sumbu dan yang kedua tanpa penggunaan sumbu kompor.

Ikuti petunjuk berikut ini untuk menumbuhkan kangkung dalam botol plastik bekas :

  • Potong botol plastik bekas menjadi 2 bagian, atas dan bawah dengan bagian atas botol setinggi sepertiga dari tinggi botol plastik bekas. Balikkan bagian atas botol sehingga Anda bisa menggunakannya sebagai wadah untuk media tanam hidroponik.
  • Gunakan solder atau paku untuk membuat lubang di bagian bawah atau dasar botol. Buat lubang yang sama pada tutup botol plastik bekas serta pada sekeliling tutup botol dan pada badan botol untuk menyediakan sirkulasi udara, air, serta tempat keluar akar kangkung.
  • Cara menanam kangkung hidroponik berikutnya adalah mempersiapkan arang sekam atau floral foam. Kecilkan ukurannya, potong dengan bentuk kubus atau sesuaikan dengan bentuk serta ukuran botol plastik. Gunakan paku untuk melubangi arang sekam atau floral foam.
  • Rendam floral foam dalam air selama kurang lebih 15 menit hingga 20 menit.
  • Isi bagian bawah botol plastik bekas dengan larutan nutrisi.
  • Masukkan benih kangkung berkualitas yang sudah Anda siapkan ke dalam lubang di floral foam atau arang sekam. Kemudian letakkan floral foam di bagian atas botol plastik hingga sampai ke dasar botol bagian atas.
  • Kangkung memerlukan sinar matahari untuk bisa bertumbuh, letakkan tanaman kangkung di tempat yang terekspos cahaya matahari tapi pastikan terhindar dari air hujan. Hal ini untuk mencegah larutan nutrisi menjadi encer.
  • Lakukan pengecekan terhadap larutan nutrisi yang ada di bagian bawah botol. Setelah volumenya berkurang karena diserap oleh tanaman kangkung, Anda perlu mengisinya lagi agar tanaman kangkung bisa berkembang dengan subur.

Larutan nutrisi tanaman kangkung bisa Anda tambahkan dengan pupuk organik atau pupuk kimia sesuai dengan selera Anda. Pastikan pasokan larutan nutrisi selalu cukup sehingga tanaman kangkung tidak akan menjadi kering dan mengalami gagal panen.

Cara Menanam Kangkung Hidroponik dengan Paralon

Menanam kangkung secara hidroponik bisa dilakukan dalam wadah tanam yang lain yaitu dengan menggunakan pipa paralon. Cara ini lebih disukai karena kepraktisannya dan keindahan yang dibawa oleh paralon. Tertarik untuk mencoba menanam kangkung menggunakan pipa paralon?

Pertama-tama, persiapkan seluruh perlengkapan di bawah ini yang sangat penting untuk pertumbuhan kangkung secara hidroponik :

  • Pipa paralon berukuran 3 inci
  • Bor listrik
  • Sambungan pipa paralon
  • Penutup pipa paralon
  • Gergaji untuk memotong pipa paralon
  • Lem paralon
  • Pompa aquarium
  • Selang
  • Solder
  • Benih tanaman kangkung
  • Media tanam untuk hidroponik berupa busa
  • Gelas plastik sebagai wadah untuk menanam kangkung

Potongan paralon harus dilubangi terlebih dahulu kemudian tutup satu sisinya menggunakan penutup paralon.

Beri sambungan paralon pada sisi lain pipa tersebut sehingga terbentuk jalur air yang mengarah ke pipa paralon yang lain.

Selanjutnya, ikuti instruksi di bawah ini :

  • Setelah pipa paralon siap untuk digunakan, Anda perlu membuat lubang pada gelas plastik. Siapkan gelas plastik dalam jumlah yang sama dengan lubang pada paralon. Buat satu lubang berukuran agar besar untuk memberi akses pada nutrisi hidroponik.
  • Gunakan solder listrik untuk melubangi gelas plastik. Buat lubang berukuran kecil di bagian sisi dan bawah dari gelas plastik. Cara menanam kangkung hidroponik selanjutnya adalah menyemaikan benih kangkung hidroponik sebelum menanamnya di media tanam.
  • Media tanam berupa busa mampu menyerap lebih banyak cairan nutrisi. Potong busa seukuran gelas plastik yang telah Anda siapkan kemudian tanamkan benih kangkung ke dalam potongan busa tersebut. Gunakan satu saja benih kangkung dalam setiap potongan busa.
  • Kemudian isi pipa paralon dengan menggunakan air bersih. Gunakan pompa serta selang untuk mengisi air. Sisakan ruang dalam pipa paralon sehingga tanaman kangkung Anda bisa mendapatkan cukup oksigen.
  • Tunggu beberapa hari hingga benih kangkung tumbuh secara generatif atau vegetative dan Anda bisa mulai memberikan cairan nutrisi secara rutin setiap harinya.

Jangan pernah lupa untuk mengecek kelembaban serta kualitas media tanam. Tujuannya adalah untuk memastikan tanaman kangkung Anda tumbuh dengan subur. Jika busa mengering, artinya cairan nutrisi tidak bisa membasahi dan membantu pertumbuhan tanaman kangkung.

Selalu tambahkan cairan nutrisi atau menggantinya jika mulai menjadi kotor sehingga kangkung tumbuh dengan sehat dan bisa dipanen tepat pada waktunya. Pengecekan harus dilakukan secara rutin, setidaknya satu kali dalam sehari sehingga Anda tidak akan terlambat mengganti cairan nutrisi.

Cara Menanam Kangkung Hidroponik dengan Rockwool

Rockwool merupakan media tanam paling populer untuk menanam kangkung dengan teknik hidroponik. Sebelum membeli rockwool dan mulai melakukan penanaman kangkung menggunakan media tanam tersebut, Anda perlu tahu mengapa memilih rockwool berkualitas sebagai media tanam.

  • Rockwool memiliki banyak sekali pori yang membuatnya mampu menyimpan air dengan lebih baik dibandingkan dengan media tanam yang lainnya. Dengan menggunakan rockwool Anda tidak harus menyiram tanaman kangkung Anda terlalu sering.
  • Tingkat sterilitas pada rockwool lebih tinggi daripada media tanam lain. Hal ini membuat rockwool tidak rentan terhadap jamur, bakteri, serta hama yang bisa menyerang dan membahayakan tanaman kangkung hidroponik Anda.
  • Pori-pori dalam jumlah banyak yang ada pada rockwool membuat benih kangkung bisa tumbuh dengan lebih mudah tanpa perlu melakukan penggemburan seperti yang harus dilakukan di media tanam konvensional berupa tanah.

Setelah mendapatkan rockwool berkualitas, Anda perlu memotong rockwool dengan benar. Ada beberapa langkah yang perlu Anda ikuti untuk mempersiapkan rockwool sebagai media tanam kangkung hidroponik Anda, yaitu:

  • Siapkan wadah untuk penyemaian berupa pot kecil atau nampan plastik.
  • Ukur rockwool dan potong berbentuk balok dengan ukuran 2 cm x 2 cm dan ketebalan 3 cm. Gunakan gergaji untuk memotong rockwool.
  • Buat lubang berukuran kecil di tengah setiap potongan rockwool lalu letakkan benih kangkung di dalamnya. Pastikan benih tertanam sedalam 1 cm sampai 1,5 cm.
  • Cara menanam kangkung hidroponik berikutnya adalah memastikan bahwa setiap lubang tanam hanya mendapatkan satu benih saja. Kemudian simpan rockwool di nampan plastik maupun pot kecil.
  • Lanjutkan dengan menyemai benih kangkung. Setelah penyemaian selesai, Anda bisa melakukan perawatan pada tanaman kangkung. Pertama-tama, letakkan kangkung yang sudah disemai di ruangan yang mendapatkan cukup sinar matahari.
  • Cek tanaman Anda pada pagi serta sore hari dan pastikan rockwool selalu dalam keadaan lembab. Jika rockwool sudah tidak lembab lagi, Anda bisa menggunakan sprayer untuk menyemprotkan air ke media tanam rockwool.
  • Penyemprotan air sebaiknya dilakukan hanya ketika media tanam menjadi kering karena tujuannya hanyalah untuk menjaga agar rockwool selalu lembab sehingga mampu menyalurkan cairan nutrisi untuk menumbuhkan kangkung yang sehat dan cantik.
  • Kangkung bisa tumbuh di media tanam rockwool dengan baik tanpa perlu Anda pindahkan ke media tanam lain. Tapi Anda boleh memindahkan tanaman kangkung hidroponik ke halaman, pekarangan, maupun kebun sesuai dengan keinginan Anda.

Anda bisa menanam berbagai jenis sayuran bersamaan dengan tanaman kangkung hidroponik. Untuk menandai perbedaan tanaman, tancapkan tusuk gigi pada media tanam rockwool. Ada hal penting yang perlu Anda ketahui sebelum menanam beberapa jenis sayuran secara bersamaan.

Masing-masing tanaman memiliki sistem yang berbeda dalam hal penyerapan nutrisi. Bahkan perawatan penyiraman yang diperlukan pun berbeda juga. Alangkah baiknya Anda menanam setiap tanaman sendiri-sendiri sesuai dengan jenisnya demi memudahkan Anda dalam merawatnya.

Cara Semai Kangkung Hidroponik

Salah satu langkah paling penting dalam menanam kangkung dan sayuran apapun secara hidroponik adalah penyemaian. Penyemaian merupakan sebuah proses penting untuk membuat benih menjadi sebuah bibit. Benih akan dipersiapkan agar siap untuk ditanam di lahan tanam yang sesungguhnya.

Apa bedanya benih dengan bibit? Berikut penjelasannya:

  • Benih adalah sebuah bagian dari sebuah tanaman, pada umumnya berupa biji yang sudah mendapatkan perlakuan sehingga bisa Anda gunakan sebagai sarana untuk memperbanyak suatu tanaman.
  • Bibit adalah benih yang telah melewati proses penyemaian sehingga benih tersebut mulai berkecambah. Bibit sudah siap untuk disimpan di lahan atau media tanam yang sesungguhnya sedangkan benih belum siap untuk ditanam secara langsung di lahan tanam.

Perlukah untuk mempelajari cara menyemai benih kangkung sebelum memahami cara menanam kangkung hidroponik? Apa saja manfaatnya melakukan penyemaian pada benih kangkung hidroponik? Ada beberapa manfaat yang akan Anda dapatkan dengan melakukan penyemaian :

  • Penyemaian akan memaksimalkan proses tanam terutama jika tanaman yang akan Anda tanam mempunyai benih yang ukurannya sangat kecil sehingga rentan hilang atau hanyut terbawa air.
  • Penyemaian juga akan memberikan hasil panen unggul karena benih yang disemai bisa tumbuh maksimal serta mampu beradaptasi jauh lebih baik dibandingkan benih yang tidak disemai.
  • Penyemaian akan meminimalisir gagal panen sehingga Anda bisa yakin tanaman kangkung hidroponik Anda akan tumbuh dengan sukses dan bisa dipanen tepat pada waktunya.

Mengapa menanam kangkung secara hidroponik itu mudah? Karena bahkan proses penyemaian nya pun benar-benar mudah untuk dilakukan. Media tanam yang dibutuhkan juga mudah untuk diperoleh dan diolah. Perhatikan cara untuk menyemai benih kangkung berikut ini:

  • Pilih rockwool yang berkualitas kemudian potong membentuk balok dengan ukuran 2cm x 2cm x 3cm. Lubangi rockwool tepat di bagian tengahnya kemudian masukkan benih kangkung di lubang semai tersebut dengan hati-hati sehingga Anda tidak akan merusak rockwool.
  • Setiap lubang tanam hanya boleh diisi oleh satu benih saja. Memasukkan lebih dari satu benih akan mengganggu akar tanaman sehingga tidak bisa menyerap nutrisi dengan baik.
  • Semprotkan air ke media tanam rockwool sampai menjadi lembab dan basah. Kemudian tutupi media tanam dengan menggunakan kresek hitam maupun kain dengan warna gelap. Hal ini bertujuan untuk membuat benih kangkung bertunas dengan lebih cepat.
  • Tempatkan rockwool yang sudah Anda tata dalam baki dan Anda tutupi di ruangan yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
  • Selanjutnya, Anda tinggal menunggu sampai benih memunculkan bibit kangkung. Biasanya, penyemaian kangkung membutuhkan waktu 4 hari hingga bibit siap untuk dipindahkan ke bawah sinar matahari langsung atau Anda bisa menunggu hingga bibit memunculkan daun.

Setelah menyemaikan benih kangkung, Anda boleh memindahkan rockwool ke wadah tanam yang sudah Anda siapkan sebelumnya, baik botol plastik bekas, gelas plastik untuk diletakkan di box Styrofoam, maupun pipa paralon, atau wadah tanam lain sesuai keinginan Anda.

Masa Panen Kangkung Hidroponik

Cara menanam kangkung hidroponik bisa diterapkan di berbagai sayuran lain. Meskipun demikian, masa pertumbuhan setiap tanaman yang ditanam secara hidroponik berbeda-beda. Bagaimanapun juga, kangkung merupakan sayuran dengan kriteria yang membuatnya disukai oleh banyak orang.

Berikut beberapa alasan mengapa menanam kangkung, baik menggunakan metode konvensional maupun hidroponik merupakan pilihan terbaik:

  • Kangkung adalah sayuran dengan masa panen yang cukup singkat sehingga Anda tidak perlu menunggu terlalu lama untuk bisa mengolah sayur yang Anda tanam sendiri di rumah.
  • Kangkung merupakan salah satu jenis sayur yang sangat mudah untuk ditanam, baik secara konvensional di lahan tanah biasa atau polybag maupun secara hidroponik dengan berbagai pilihan wadah tanam seperti botol plastik, paralon, baskom, Styrofoam, dan lain-lain.
  • Kangkung juga bisa tumbuh di semua musim sehingga Anda bisa menanamnya sepanjang tahun dan tidak usah menunggu pedagang sayur lagi ketika ingin memasak sayur kesukaan Anda ini.
  • Anda bisa memanen kangkung berkali-kali dengan cara memotong kangkung pada bagian batang ketika masa panen pertama tiba. Tinggalkan akar dan potongan kangkung pada media tanam. Kurang lebih 15 hari kemudian Anda bisa memanen kangkung yang sama lagi.

Masa panen kangkung yang singkat sebenarnya bergantung pada metode tanam yang Anda pilih. Kangkung yang ditanam secara konvensional di polybag atau lahan tanah di pekarangan rumah Anda bisa lebih cepat dipanen daripada kangkung yang ditanam secara hidroponik.

Masa Panen Kangkung Konvensional

Kangkung yang Anda tanam secara konvensional dengan media tanam berupa tanah bisa dipanen setelah 21 hari sampai 30 hari setelah penanaman. Sayangnya, jika kondisi tanah tidak subur, masa panen kangkung bisa mundur dan menjadi lebih lama dari yang ditentukan.

Lama Panen Kangkung Hidroponik

Jika Anda memilih menanam kangkung dengan metode hidroponik, Anda perlu menunggu selama 27 hari hingga 35 hari untuk bisa memanen sayur kangkung Anda. Usia panen ini ditentukan sejak hari pertama Anda menyemai benih kangkung. Lumayan cepat bukan?

Selain kangkung, sayuran lain juga bisa ditanam dan dipanen dengan cepat berkat metode hidroponik. Misalnya, sawi hijau yang ditanam secara hidroponik bisa dipanen setelah 40 hingga 60 hari sejak awal penyemaian. Sawi putih juga bisa dipanen setelah berumur 30 sampai 60 hari.

Anda bisa memanen selada hijau setelah menanamnya secara hidroponik selama 45 sampai 50 hari. Sayur bayam yang ditanam dengan metode hidroponik bisa dipanen pada hari ke 30 sampai 40 sejak pertama disemaikan.

Pelajari berbagai cara menanam kangkung hidroponik seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya dan terapkan di rumah Anda sendiri untuk membuktikan seberapa cepat Anda bisa memanen kangkung hidroponik dan membandingkannya dengan kangkung yang Anda tanam secara konvensional.

Harga Bibit Kangkung Hidroponik

Metode hidroponik menjadi semakin diminati oleh penduduk Indonesia terutama karena semakin banyaknya masyarakat yang tinggal di daerah dengan lahan yang terbatas.

Apalagi, metode hidroponik yang tidak memerlukan lahan luas menjadi alternatif terbaik. Dan, cara menanam kangkung hidroponik juga semakin banyak yang mempelajarinya.

Selain itu ada banyak jenis sayuran yang bisa ditanam dengan metode ini seperti kangkung, bayam, sawi sendok, sawi putih, serta sawi hijau. Sayangnya, kangkung hidroponik memiliki sangat banyak peminat dan merupakan bisnis bagi Sebagian besar orang.

Hal itu menjadikan harga jual kangkung, baik bibitnya maupun sayur hidroponiknya cukup mahal.

Harga jual kangkung hidroponik yang tinggi disebabkan oleh pasar penampung hidroponik yang berbeda dari pasar penampung konvensional. Hotel, katering, dan restoran lebih menyukai kangkung hidroponik.

Berikut beberapa keunggulan dari kangkung yang ditanam secara hidroponik, yang membuatnya disukai oleh gerai-gerai modern termasuk katering, restoran, maupun hotel:

  • Rasa kangkung hidroponik lebih segar serta lebih renyah dibandingkan dengan kangkung yang ditanam dengan cara konvensional.
  • Pasar penampung kangkung hidroponik bisa meminta kangkung dengan ukuran panen khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
  • Kangkung yang ditanam dengan metode hidroponik lebih bersih karena tidak berinteraksi dengan tanah dan juga terhindar dari berbagai binatang seperti siput kecil, cacing, atau binatang lain yang bisa ditemui di kangkung konvensional.

Kelebihan lain yang juga dimiliki oleh kangkung hidroponik adalah keindahannya.

Kangkung yang Anda tanam secara hidroponik mampu memperindah rumah Anda. Instalasinya dengan wadah tanam berupa paralon bisa menarik perhatian tetangga dan memotivasi mereka untuk mencobanya juga.

Bagi Anda yang tertarik untuk menanam kangkung menggunakan metode hidroponik, berikut daftar harga yang perlu Anda ketahui sehingga Anda bisa menghitung dana yang diperlukan untuk menanam, memanen, dan mungkin menjual sayur kangkung hidroponik.

Harga Sayur Kangkung Hidroponik

  • 1 ikat kangkung hidroponik. Berkisar antara Harga Rp.3.000 hingga Harga Rp.4.500
  • 250 gram kangkung hidroponik. Harga Rp.9.000
  • 250 gram kangkung hidroponik varian parung farm. Harga Rp.17.500
  • 1 kg kangkung hidroponik. Berkisar antara harga Rp.20.000 hingga Rp.36.000

Berbagai harga kangkung hidroponik di atas merupakan harga terbaru tahun 2021.

Seperti halnya harga sayuran yang naik dan turun tanpa diduga, harga sayur kangkung hidroponik juga bisa naik atau turun sewaktu-waktu, biasanya tergantung pada musim.

Harga Bibit Kangkung Hidroponik

  • Varian Bibit/Benih Sayur Kangkung Hidroponik Harga dalam Rupiah
  • Bibit hidroponik kangkung tradisional isi 25 gram. Harga Rp.2.500
  • Benih hidroponik kangkung unggul kemasan repack isi 10 gram Harga Rp. 2.900
  • Benih kangkung hidroponik unggul repack BIKA isi 20 gram Harga Rp. 10.000
  • Bibit kangkung hidroponik Beleaf isi 200 gram Harga Rp. 10.260
  • Benih Cap Panah Merah kemasan ecer 35 gram isi 800 biji Harga Rp. 14.500
  • Bibit hidroponik kangkung Bangkok isi 1.500 biji Harga Rp. 14.500
  • Bibit hidroponik kangkung tradisional Agam Farm isi 35 gram Harga Rp. 15.000
  • Bibit kangkung hidroponik Lombok isi 100 gram Harga Rp. 30.000
  • Benih hidroponik kangkung Bambu isi 500 gram Harga Rp. 40.000
  • Benih hidroponik kangkung Vario isi 1 kg Harga Rp. 63.800

Bagi Anda yang baru saja belajar cara menanam kangkung hidroponik dan ingin mencoba mempraktekkannya, ada paket menanam kangkung hidroponik yang bisa Anda beli secara online.

Paket tersebut terdiri dari benih kangkung serta nutrisi yang diperlukan selama penanaman.

Gunakan paket tersebut yang tentu akan mempermudah Anda dalam menerapkan petunjuk penanaman kangkung secara hidroponik sehingga Anda bisa memanen kangkung hidroponik tepat pada waktunya.

Analisa Usaha Kangkung Hidroponik

Kangkung hidroponik bisa dijual dengan kemasan bungkusan berisi 250 gram kangkung seharga 20.000 Rupiah di pasar-pasar modern.

Hal ini berarti 1 kg kangkung menghasilkan 4 bungkus kangkung yang bila dirupiahkan menjadi 80.000 Rupiah.

Dengan perhitungan tersebut, dalam 1 bulan Anda bisa mendapatkan 30 x 80.000 = 2.400.000 Rupiah. Tapi berapa modal yang harus Anda keluarkan dan berapa banyak keuntungan yang akan Anda peroleh?

Berikut daftar peralatan yang Anda butuhkan beserta jumlah pengeluarannya:

  • 2 buah tray semai berisi 128 lubang semai untuk kebutuhan 240 semai dalam 1 siklus selama 6 hari yang berarti 5 siklus dalam sebulan. Harga tray semai 2 x 13.000 = 26.000 Rupiah.
  • Paket NFT dengan talang horizontal sepanjang 10 meter dan lubang tanam sebanyak 600 buah seharga 18.000.000 Rupiah.
  • pH meter serta TDS-EC meter untuk mengukur larutan nutrisi seharga 260.000
  • Biaya penyusutan alat per bulan selama 5 tahun yaitu (18.000.000 + 260.000 + 26.000) ÷ 5 tahun ÷ 12 bulan = 305.000 Rupiah

Berikut biaya pengeluaran yang harus Anda siapkan setiap bulannya:

  • Kangkung hidroponik dalam 170 lubang tanam membutuhkan nutrisi konsentrat sebanyak 3,3 liter setiap harinya. Jadi selama 1 bulan, Ada memerlukan nutrisi konsentrat sebanyak 3,3 liter x 27.000 = 89.100 Rupiah.
  • Benih yang dibutuhkan untuk 1 bulan penanaman adalah 30 hari x 80 benih = 2.400 benih. Gunakan 3 paket benih kangkung yang berisi 700 biji (35 gram) seharga 3 x 8.500 = 25.500 Rupiah.
  • Rockwool seharga 114.000 Rupiah
  • pH up down untuk menetralkan tingkat asam atau basa pada air dengan harga 33.000 Rupiah
  • Penggunaan listrik per bulan untuk menyalakan pompa air sebanyak 64.800 Rupiah
  • Biaya penyusutan peralatan senilai 300.500
  • Maka total biaya perbulan yang harus Anda keluarkan adalah 626.900 Rupiah.

Modal awal yang harus Anda keluarkan atau investasi peralatan adalah sebesar 18.286.000 Rupiah. Dan dengan biaya sebesar 626.900 Rupiah sebulan Anda bisa menghasilkan kangkung hidroponik sebanyak 1 kg per harinya.

Keuntungan kotor yang akan Anda dapatkan dalam satu bulan adalah 2.400.000 – 626.900 = 1.773.100 Rupiah. Lumayan banyak bukan? Ini berarti hanya dalam waktu satu tahun saja, bisnis kangkung ini akan memberikan keuntungan sebesar 12 x 1.773.100 = 21.277.200 Rupiah.

Keuntungan dalam setahun sudah cukup untuk mengembalikan modal awal yang Anda habiskan untuk investasi peralatan. Tahun berikutnya Anda sudah bisa mendapatkan keuntungan bersih yang bisa Anda nikmati.

Jangan ragu untuk mempelajari cara menanam kangkung hidroponik karena hasil yang akan diberikan bisnis kangkung ini tidak sesepele cara penanaman yang wajib Anda pelajari.

Artikel cara menanam kangkung hidroponik ini ditulis pada kategori Hidroponik, semoga bermanfaat ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *