Cara Mudah Menanam Kangkung Hidroponik (Pemula)

Kangkung hidroponik


Hidroponik adalah salah satu cara bercocok tanam yang memanfaatkan air sebagai media untuk melarutkan nutrisi. Berbeda dengan cara bertanam konvensional yang akar tanamannya mencari nutrisi sendiri di dalam tanah.

Budidaya hidroponik sekarang ini begitu digemari oleh masyarakat Indonesia. Alasannya, tentu saja selain mudah kegiatan ini juga sangat seru dan dapat menghabiskan waktu. Apalagi budidaya hidroponik tidak harus membuat kita berkotor – kotor dengan tanah yang mungkin tidak disukai sebagian orang.

Nah ada beberapa sayuran yang kami rekomendasikan cocok untuk ditanam secara hidroponik. Khususnya bagi kamu yang baru mulai belajar menanam secara hidroponik. Salah satunya adalah menanam sayuran kangkung hidroponik.

Bagaimanakah cara menanamnya? Berikut ini artikel mengenai cara menanam kangkung hidroponik yang sangat mudah.

Persiapan Menanam Kangkung Hidroponik

Sebelum memulai menanam kangkung secara hidroponik, tentu ada beberapa hal yang harus kita persiapkan terlebih dahulu. Selain itu ada beberapa hal yang harus diperhitungkan, tujuannya agar kangkung yang kamu tanam dapat tumbuh dengan maksimal.

Adapun beberapa hal yang harus dipersiapkan dan perhitungkan sebelum menanam kangkung hidroponik diantaranya sebagai berikut ini :

Benih Kangkung

Sebelum mulai memikirkan teknik dan sistem hidroponik yang akan dipakai, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih benih kangkung. Karena saat ini ada banyak varietas bibit kangkung yang bisa ditanam.

Berikut beberapa varietas bibit kangkung yang bisa kamu tanam secara hidroponik antara lain :

  1. Kangkung New Serimpi, mempunyai ciri khas daunnya yang sempit dan dapat ditanam di dataran rendah dan menengah. Masa panennya tergolong cepat yaitu sekitar 20 – 25 HST.
  2. Kangkung Bangkok LP – 1, adalah salah satu jenis yang cukup populer di tanam di Indonesia oleh para petani. Mempunyai daun yang lebar dan bisa ditanam di daerah dataran rendah dan menengah.
  3. Kangkung Sutera, yaitu salah satu jenis kangkung yang berasal dari Hawaii. Kangkung jenis ini memiliki usia tanam 35 – 40 hari setelah penanaman.
  4. Kangkung Bika, yaitu salah satu varietas kangkung yang banyak beredar di Indonesia. Mempunyai ciri khas ujung daun yang runcing dan sempit, masa panen berkisar antara 20 – 35 hari.

Berbeda dengan beberapa sayuran yang biasa di tanam secara hidroponik seperti bayam dan kailan. Kangkung memiliki banyak varietas dan jenisnya, hal ini membuat kita punya banyak pilihan mana yang cocok untuk kita tanam.
Hal terpenting yang harus diingat yaitu masing – masing benih memiliki keunggulan dan kekurangannya. Spesifikasi seperti suhu ideal, ketinggian dataran, dan juga masa panen yang harus kita tahu dan perhitungkan baik – baik.

Sistem Hidroponik

Setelah kamu dapat menentukan jenis benih kangkung yang ingin ditanam, saatnya kita memilih sistem hidroponik yang akan digunakan. Bagi para pemula dapat menggunakan sistem rakit apung, sistem NFT, sistem sumbu, sistem tetes, hingga sistem aeroponik.

Coba pelajari salah satu, jika sudah berhasil boleh mencoba mempelajari sistem lain atau bahkan semuanya. Agar nanti dapat membandingkan mana yang cocok dan dapat menghasilkan panen yang sangat melimpah.

Penyemaian Benih Kangkung Hidroponik

Langkah pertama yang dilakukan untuk memulai menanam kangkung hidroponik yaitu menyemai benihnya terlebih dahulu. Caranya hampir sama dengan menanam kangkung secara konvensional.

  1. Potong rockwool dengan ukuran 2,5 x 2,5 x 2,5 cm.
  2. Celupkan rockwool dalam air, kemudian susun dalam nampan serta beri lubang.
  3. Masukkan satu benih ke dalam satu lubang (kangkung = 1 rockwool, 9 benih, 9 lubang).
  4. Sirami air setiap pagi, taruh ditempat yang terkena sinar matahari langsung.
  5. Berikan nutrisi setelah daun tumbuh, biasanya umur 3/5 hari.
  6. Bibit siap dipindah ketika daun sudah 4 dan akar muncul, biasanya umur 7-14 hari

Penanaman Kangkung pada Sistem Hidroponik

Setelah sukses menyemai benih kangkung, waktunya kamu menyiapkan sistem hidroponik . Tentu saja agar bibit kangkung tersebut dapat ditanam di sistem hidroponik yang telah kita buat.

Berikut langkah – langkah pemindahan kangkung ke sistem hidroponik :

  1. Pisahkan masing – masing rockwool yang ada bibitnya, ambil bibit yang tumbuh dengan baik, tahap ini disebut penyortiran.
  2. Masukkan bibit beserta rockwoolnya ke dalam netpot, kemudian taruh pada instalasi yang sudah disiapkan.
  3. Isi instalasi dengan larutan nutrisi ab mix, sesuaikan dengan ppm untuk kangkung yaitu berkisar antara 500 – 1000 ppm.
  4. Lakukan pengecekan secara rutin 2 hari sekali, kontrol air nutrisi dan kadar ppm nya.
  5. Bisa sudah mencapai masa panen, kamu dapat langsung memanennya, usia panen rata – rata 21 – 30 hari.
  6. Jangan memanen kangkung lebih dari masa panen, sebab akan mengakibatkan rasa kangkung menjadi pahit dan kurang nikmat untuk dikonsumsi.

Nah beberapa langkah diatas sudah termasuk langkah yang mudah untuk menanam kangkung hidroponik. Cara ini dapat kamu praktikkan hingga kamu mahir, apabila sudah mahir kamu dapat melakukan berbagai macam modifikasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Semoga bermanfaat selamat mencoba ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *