Mengenal Sistem Hidroponik DFT, Mudah & Murah

hidroponik DFT


Masing asingkah kamu dengan sistem hidroponik DFT?

Pastinya tidak ya, sebab DFT merupakan sistem yang sudah banyak digunakan oleh beberapa orang yang sudah memulai berkebun hidroponik baik skala rumahan atau skala industri.
DFT atau Deep Flow Technique merupakan salah satu sistem menanam dalam hidroponik dengan menggunakan genangan air nutrisi dan menggunakan sirkulasi aliran pelan pada instalasi. Sistem hidroponik ini menggunakan listrik untuk menggerakkan pompa air agar dengan mudah mengalirkan air nutrisi ke seluruh tanaman.
Sistem hidroponik DFT hampir sama dengan sistem NFT yaitu mensirkulasi air, namun yang membedakan pada sistem ini tidak memerlukan kemiringan. Bentuk instalasi pada sistem DFT dibuat datar sehingga bisa mempertahankan air nutrisi agar menggenang. Ketinggian air nutrisi yang menggenang dalam instalasi sekitar 4 – 6 cm. Tinggi air nutrisi tersebut adalah ¼ dari pipa yang kita gunakan.

Ternyata sistem tanam hidroponik DFT sangat digemari oleh para petani modern, hal ini karena sistem ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sistem lain. Bahan pembuatannya dapat menggunakan pipa paralon, yang mudah untuk diperoleh. Harga paralon yang relatif terjangkau dan dapat digunakan untuk waktu yang lama, membuat sistem ini banyak diminati.
Adapun jenis tanaman yang bisa ditanam dengan sistem ini ada bermacam – macam seperti : sayuran daun, sayuran buah, dan bunga. Sayuran daun yang biasa ditanam menggunakan sistem ini adalah sawi, kangkung, selada, pakchoi, seledri, basil, dll. Sedangkan sayuran buah seperti melon, timun, semangka dan untuk bunga biasanya adalah bunga kol.

Kelebihan dari Sistem Hidroponik DFT yaitu :

  1. DFT tidak membutuhkan listrik 24 jam, tidak harus pompa air selalu menyala.
  2. Saat listrik mati tanaman masih dapat bertahan karena sistem ini memiliki genangan.
  3. Pertumbuhan tanaman lebih optimal sebab unsur hara dari nutrisi sangat tercukupi.
  4. Tanaman hidroponik yang menggunakan sistem DFT mempunyai usia panen lebih cepat.
  5. Hasil panen tanaman bisa secara bersamaan.
  6. Pemeliharaan dan perawatan tanamannya sangat mudah.

Kekurangan dari Sistem Hidroponik DFT yaitu :

  1. Tanaman bisa saja kekurangan oksigen terlarut sehingga dapat membuat pertumbuhan tanaman terganggu.
  2. Resiko akar membusuk semakin besar hal ini disebabkan air nutrisi yang terlalu banyak.
  3. Bisa terjadi endapan pada dasar pipa yang akan menyebabkan beberapa masalah.
  4. Air nutrisi yang dibutuhkan sangat banyak.
  5. Apabila ada salah satu tanaman yang terkena jamur, virus, hama, dan penyakit akan menyebar dengan cepat.
  6. Suhu air mudah naik karena air yang menggenang dan tandon.

Ada beberapa cara untuk mengantisipasi beberapa kekurangan sistem hidroponik DFT ini. Untuk suhu air agar tidak mudah naik yaitu dengan cara menempatkan tandon di dalam tanah. Penempatan tandon di dalam tanah dapat menjaga suhu air nutrisi tetap normal.

Dan yang tak kalah penting kita harus menjaga akar tanaman tetap sehat tidak mudah terkena jamur. Dan untuk mencegah kebusukan akar kita bisa mengurangi penggenangan akar dengan mematikan pompa secara berkala.

Nah demikian penjelasan tentang sistem hidroponik DFT, semoga dapat menginspirasi dan selamat mencoba di rumah. Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *