6 Cara Mudah Menanam Sawi Hidroponik Untuk Pemula

sawi hidroponik


Sawi adalah tumbuhan dari keluarga Brassica yang secara umum dimanfaatkan daunnya sebagai bahan makanan (sayur), baik akan dikonsumsi sebagai lalapan atau dibuat berbagai macam masakan. Selain itu sawi sangat populer dan sering dijadikan bahan tambahan dalam olahan mie ayam dan juga bakso.

Biasanya budidaya sawi ditanam di sawah dan kebun atau secara konvensional. Namun begitu, semakin berkembangnya teknologi pertanian, para petani khususnya di kota mulai menerapkan cara menanam secara hidroponik.

Cara menanam sayur sawi hidroponik tergolong mudah, bahkan untuk orang yang baru mencoba sekalipun. Selain itu, sayuran hidroponik terkenal dengan kebersihannya dan juga hasil panen yang melimpah. Oleh sebab itu, saat ini sudah banyak toko sayur dan swalayan – swalayan yang menjual sayuran hidroponik. Hal ini yang membuat masyarakat perkotaan yang memiliki lahan terbatas mulai tertarik menanam berbagai sayuran hidroponik termasuk sawi hidroponik salah satunya.

Sebelum kita membahas tentang bagaimana cara menanam sawi hidroponik, alangkah lebih baiknya kita mengenal terlebih dahulu sayuran yang satu ini. Sawi adalah sayuran daun yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Sawi sendiri dapat tumbuh subur di dataran tinggi maupun dataran rendah.

Budidaya sawi hidroponik sangat mudah dalam penanaman dan perawatannya. Selain itu, sayuran yang ditanam dengan cara hidroponik lebih bebas terhadap hama dan penyakit. Kelebihan lain dari budidaya hidroponik yaitu hasil panen sayur sawi hidroponik akan jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan ditanam secara konvensional.

Berikut langkah – langkah menanam sawi hidroponik :

sawi hidroponik

  1. Memilih Benih

    Langkah awal dalam menanam sawi hidroponik yaitu memilih benih. Pilihlah benih sawi dengan kualitas baik serta memiliki daya tumbuh yang tinggi. Ciri benih yang berkualitas yaitu sehat dan berasal dari induk yang berkualitas, bebas dari hama penyakit, serta tidak ada cacat atau rusak.

  2. Pembibitan

    Dalam masa pembibitan sawi hidroponik, kamu dapat menggunakan media tanam hidroponik yaitu rockwool. Caranya sangat mudah yaitu potong rockwool berbentuk dadu dengan ukuran sesuai dengan netpot yang digunakan. Lalu simpan rockwool pembibitan pada nampan atau baki, kemudian basahi rockwool dengan air bersih. Lubangi rockwool pada sisi atas kemudian masukkan benih pada setiap lubangnya.
    Simpan pada tempat yang gelap atau redup sampai benih mulai berkecambah, setelah tumbuh kecambah taruh baki pada tempat yang terkena sinar matahari agar terhindar dari etiolasi. Jaga kelembapan rockwool bila berkenan beri air nutrisi dengan ppm rendah. Setelah mempunayi 3 – 4 daun benih sudah siap untuk dipindahkan.

  3. Media Tanam Hidroponik

    Bahan-bahan yang digunakan untuk budidaya sawi hidroponik antara lain sabut kelapa, kerikil, sekam bakar, dan lain sebagainya. Dalam membuat media tanam untuk budidaya sawi hidroponik siapkan juga beberapa bahan tambahan berupa botol plastik bekas air mineral ukuran kecil. Selain itu siapkan juga peralatan lain, yaitu pisau, gunting, pipa paralon (ukuran 2,5-2 inci), sumbu, larutan nutrisi, dan bibit.
    Buatlah lubang pada pipa paralon sesuai ukuran botol air mineral, kemudian potong botol lalu buatlah lubang untuk sumbu selanjutnya tutup dengan menggunakan sabut kelapa atau sekam bakar. Jumlah lubang dalam paralon, dapat menyesuaikan dengan panjang paralon. Namun, untuk mendapat kualitas hasil panen maksimal disarankan jarak antar lubang tanam pada paralon berkisar 10-15 cm.
    Buatlah penyangga untuk instalasi hidroponik dengan memakai pipa paralon berukuran lebih kecil, kayu, bambu atau besi. Setelah rangkaian instalasi hidroponik telah siap, isi pipa paralon dengan larutan nutrisi hidroponik sampai penuh.

  4. Cara Menanam Sawi Hidroponik

    Dalam menanam sawi hidroponik pemilihan lokasi atau tempat sangat mempengaruhi hasil pertumbuhan tanaman sawi nantinya. Proses menanam sawi hidroponik cukup mudah, Anda tinggal memindahkan bibit sawi bersama rockwoolnya kedalam botol air mineral yang sebelumnya telah diisi sabut kelapa atau sekam bakar.
    Kemudian masukan botol yang berisi benih kedalam lubang tanam diatas pipa paralon yang telah diisi larutan nutrisi hidroponik. Bagaimana cukup mudah bukan cara menanam sawi hidroponik ini? Setelah semua proses penanaman selesai, selanjutnya tinggal melakukan perawatan dan pemeliharaan.

  5. Perawatan dan Pemeliharaan

    Pemeliharaan tanaman sawi hidroponik meliputi beberapa tahap, yaitu pemeberian nutrisi, penyiangan tanaman dari gulma atau rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman, pengontrolan hama penyakit, serta penyulaman jika ada bibit yang rusak, tidak tumbuh sempurna atau mati. Pemberian nutrisi tambahan, dilakukan saat nutrisi dalam pipa paralon sudah menipis atau berkurang karena pertumbuhan tanaman.
    Untuk penyiangan gulma atau rumput liar pada sawi hidroponik, bisa dilakukan setiap 3 hari sekali. Hal ini bertujuan agar pertumbuhan gulma di area sekitar tanaman bisa terkendali. Untuk penyulaman hanya perlu dilakukan pada tanaman yang mati atau tidak tumbuh dengan baik. Gantilah tanaman tersebut dengan tanaman baru agar pertumbuhan sawi seragam.

  6. Pemanenan

    Masa panen sawi hidroponik terhitung cukup cepat, umumnya tanaman sawi hidroponik hanya butuh 2-3 bulan untuk bisa dipanen, bahkan ada yang lebih cepat. Semua dipengaruhi oleh jenis atau varietas serta pertumbuhan sawi yang ditanam. Cara memanen sawi juga sangat mudah, tinggal potong batang sawi, memetik tangkai daun atau mencabut langsung dari media tanam tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *