Belajar Sistem Budidaya Aquaponik | Hidroponik Yuk!

aquaponik


Perkembangan di perkotaan yang sangat pesat berakibat berkurangnya lahan pertanian disana. Seiring majunya perkembangan pembangunan, perekonomian, dan pemukiman di kota meningkat pula alih fungsi lahan. Lahan – lahan yang tadinya untuk sawah dan perkebunan, berubah menjadi pemukiman padat penduduk.

Dengan semakin sedikitnya lahan di kota yang dapat dimanfaatkan sebagai pertanian, maka pemanfaatan pekarangan adalah salah satu opsi yang dapat digunakan untuk mendukung pertanian. Pemanfaatan pekarangan erat kaitannya dengan usaha untuk mencapai ketahanan pangan masyarakat yang dimulai dari skala yang kecil yaitu rumah tangga. Adapun salah satu cara yang dapat dimanfaatkan di pekarangan dengan menggunakan teknologi budidaya secara aquaponik.

Aquaponik adalah salah satu alternatif menanam tanaman dan memelihara ikan dalam satu sistem atau berbarengan. Proses yang mana tanaman memanfaatkan unsur hara atau pupuk yang berasal dari kotoran ikan, bila dibiarkan akan menjadi racun bagi ikan. Kemudian tanaman berfungsi sebagai penyaring yang akan mengurangi zat racun tersebut menjadi zat yang tidak berbahaya bagi ikan, dan juga suplai oksigen pada air dapat membantu memelihara ikan. Dengan siklus ini maka terjadi simbiosis mutualisme (saling menguntungkan), dan tentunya ini tidak memakan lahan yang banyak.

Ikan disini menjadi kunci dalam sistem tanam aquaponik. Ikan menyediakan hampir semua nutrisi dan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Ada beberapa jenis ikan yang bisa digunakan untuk sistem aquaponik. Jenis ikan ini bergantung pada iklim daerah tersebut dan yang tersedia di pasaran, seperti : nila, gurame, lele, dan patin.

Aquaponik tidak hanya baik untuk sayuran yang hijau saja, tetapi bisa menumbuhkan semua jenis sayuran. Beberapa jenis tanaman buah dapat tumbuh dengan baik seperti : terung ungu, tomat, cabe, melon, dsb.

Manfaat Aquaponik

Ada beberapa manfaat dari budidaya dengan cara aquaponik diantaranya adalah :

  1. Kotoran ikan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi tanaman
  2. Produk tanaman yang dihasilkan merupakan produk organik karena memanfaatkan pupuk dari kotoran ikan yang diolah secara biologis
  3. Menghasilkan dua produk sekaligus yaitu ikan dan sayuran
  4. Dapat menghasilkan sayur dan ikan bagi daerah – daerah yang kering dan tandus
  5. Sifatnya berkelanjutan dengan perpaduan tanaman dan ikan secara siklus nutrien
  6. Selain untuk komersil, aquaponik juga dapat sebagai tempat pembelajaran bagi siswa – siswi maupun dari kampus – kampus
  7. Populasi tanaman organik dapat ditanam lebih baik dan melimpah. Dengan aquaponik tanaman dapat ditanam dengan kerapatan tinggi dengan sistem terapung di atas air. Sistem ini mampu menampung hingga 10 kali lipat jumlah tanaman pada luasan yang sama. Dan setiap akar tanaman selalu mendapat pasokan air yang kaya akan zat hara
  8. Pemeliharaan sangat mudah, tidak perlu penyiangan dan juga penyiraman tanaman
  9. Jika pertumbuhan baik, maka tanaman akan tumbuh lebih cepat

Alat dan Bahan yang Diperlukan

Untuk melakukan budidaya aquaponik tidak memerlukan alat yang mahal, tetapi kita dapat menggunakan barang-barang yang ada di sekitar kita. Adapun alat yang digunakan dalam budidaya aquaponik yaitu :

  1. Pompa aquarium
  2. Gabus filter bekas
  3. Paralon
  4. Sumbu kompor
  5. Botol / gelas bekas air mineral
  6. Sekam / batu

Langkah – langkah Sistem Budidaya Aquaponik :

  1. Menyiapkan kolam yang telah disi dengan ikan
  2. Pembuatan wadah untuk tanaman
    Untuk menaruh tanaman, kita dapat menggunakan pipa paralon yang di beri lubang pada atasnya sesuai dengan ukuran netpot. Ujung paralon diberi lubang kecil untuk tempat mengalirkan air ke kolam ikan. Lubang dibuat agak ke tengah agar air masih dapat berjalan dan tanaman tidak layu walaupun listrik padam.
  3. Penyemaian Benih
    Benih disemai pada tray atau wadah semai. Gunakan benih yang tingkat germinasinya diatas 80%. Media semai yang baik dan umum digunakan adalah rockwool. Rockwool sangat praktis karena memiliki daya serap air yang tinggi dan steril, tetapi karena rockwool masih sulit didapatkan bisa diganti dengan gabus filter aquarium atau spon. Jika bibit telah cukup umur dan tumbuh baik, pindahkan bibit ke media tanam.
  4. Menyiapkan pot tanaman
    Wadah tanaman dapat menggunakan pot / gelas khusus untuk tanaman hidroponik, atau membuat pot dari botol plastik bekas dengan memberi sumbu kompor atau kain resapan di bawah pot sebagai alat untuk resapan airnya.
  5. Jika benih tanaman sudah mulai tumbuh, atau sudah mempunyai dua daun maka tanaman sudah bisa dipindahkan ke paralon yang dibuat Untuk media tanamnya bisa digunakan gabus filter bekas aquarium ataupun sekam.
  6. Setelah tanaman dimasukkan ke dalam paralon, kemudian pada kolam dipasangkan pompa aquarium, dimana selang dari pompa aquarium tersebut dimasukkan ke dalam paralon sehingga air dari kolam ikan mengalir ke dalam paralon dan kembali ke kolam ikan lagi.
  7. Jika pertumbuhannya baik, tanaman dapat dipanen dalam satu bulan, sedangkan ikan nila dapat dipanen dalam waktu 5 – 6 bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *