Alur Pendidikan Guru Penggerak, Ini 5 Tahapannya!

pendidikan guru penggerak

Peran seorang Guru Penggerak adalah salah satu peran yang paling penting dalam memajukan pendidikan. Untuk menjadi Guru Penggerak yang efektif, seseorang harus menjalani pendidikan khusus yang melibatkan pelatihan intensif dan pengembangan kompetensi. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan alur pendidikan Guru Penggerak dan langkah-langkah yang harus diikuti untuk mempersiapkan pemimpin pendidikan.

Tahap 1: Kualifikasi Awal

Sebelum seseorang dapat memulai perjalanan menuju menjadi Guru Penggerak, ada beberapa kualifikasi awal yang harus dipenuhi:

  1. Kualifikasi: Seorang calon Guru Penggerak harus memiliki kualifikasi minimal S1/D4. Kualifikasi pendidikan ini memberikan dasar yang diperlukan dalam bidang pendidikan.
  2. Pengalaman Mengajar: Biasanya, seorang calon Guru Penggerak harus memiliki pengalaman mengajar minimal 5 tahun. Pengalaman ini membantu mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang dinamika di dalam kelas.
  3. Masa Kerja yang Tersisa: Calon Guru Penggerak harus memiliki masa sisa mengajar tidak kurang dari 10 tahun. Hal ini penting karena Guru Penggerak diharapkan untuk berperan dalam pengembangan dalam jangka waktu yang signifikan.

Tahap 2: Seleksi dan Pendaftaran

Setelah memenuhi kualifikasi awal, calon Guru Penggerak harus mengikuti proses seleksi yang ketat. Proses seleksi ini dapat mencakup tahap-tahap seperti:

  1. Pendaftaran: Calon Guru Penggerak mendaftar ke program diklat melalui mekanisme yang ditentukan oleh lembaga atau badan yang mengelola program tersebut.
  2. Evaluasi CV dan Esai: Biasanya, calon Guru Penggerak diminta untuk mengirimkan CV dan menulis esai tentang pengalaman dan motivasi mereka untuk menjadi Guru Penggerak.
  3. Simulasi Mengajar dan Wawancara: Calon Guru Penggerak yang lolos seleksi tahap awal mungkin akan diundang untuk mengikuti simulasi mengajar dan wawancara.

Tahap 3: Pendidikan Guru Penggerak

Setelah berhasil melewati proses seleksi, calon Guru Penggerak akan memasuki tahap pelatihan khusus, yang biasanya berlangsung selama 6 bulan. Pendidikan ini mencakup:

  1. Pelatihan Daring: Calon Guru Penggerak akan mengikuti pelatihan daring yang mencakup materi tentang paradigma pendidikan, praktik pembelajaran berpusat pada murid, kepemimpinan, dan topik-topik relevan lainnya.
  2. Lokakarya: Selama pelatihan, calon Guru Penggerak akan menghadiri lokakarya yang bertujuan untuk mempraktikkan konsep-konsep yang telah dipelajari dalam pelatihan daring.
  3. Pendampingan: Mereka akan mendapatkan pendampingan dari Pengajar Praktik (pendamping) yang membantu mereka menerapkan pembelajaran dalam praktik mengajar sehari-hari.

Tahap 4: Konferensi dan Evaluasi

Setelah menyelesaikan pendidikan, peserta akan menghadiri konferensi untuk merayakan pencapaian mereka dan berbagi praktik baik. Evaluasi program juga dilakukan untuk mengukur kemajuan dan dampak dari program Guru Penggerak.

Tahap 5: Penugasan Guru Penggerak

Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan diangkat sebagai Guru Penggerak dan ditempatkan di sekolah atau wilayah mereka yang baru. Mereka akan memulai peran mereka dalam memimpin perubahan pendidikan, membimbing rekan guru, dan memajukan praktik pembelajaran yang lebih baik.

Kesimpulan

Alur pendidikan Guru Penggerak adalah perjalanan yang melibatkan persiapan intensif dan pengembangan kompetensi untuk menjadi pemimpin yang efektif. Proses ini memastikan bahwa Guru memiliki pengetahuan, keterampilan, dan komitmen yang diperlukan untuk mengubah praktik pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dan wilayah mereka.