Budidaya, Cara Menanam dan Semai

Selada Hidroponik

Bisnis tanaman hidroponik tak ada matinya, berbagai jenis tanaman terus dikembangkan dengan media tanam air ini. Yaitu selada hidroponik, yang banyak dicari sebagai sayuran segar maupun tanaman untuk pengobatan.

Mengonsumsi selada yang ditanam dengan cara hidroponik, dinilai lebih sehat dan aman karena proses budidaya dilakukan di dalam rumah kaca. Makanya tak salah, jika Anda yang ingin sehat mulai mencoba membudidayakannya sendiri. Tidak sulit, kok!

Budidaya Selada Hidroponik

Secara umum, budidaya selada sama dengan tanaman hidroponik lainnya, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Berikut ini, penjelasan tahapannya secara lengkap yang bisa dijadikan panduan:

Tahap Persiapan Bibit

Pada tahapan ini, meliputi pemilihan benih yang berkualitas dan memang cocok untuk dibudidayakan secara hidroponik, karena tidak semua benih selada cocok dikembangkan secara hidroponik.

Pilih bibit dari varietas bagus dan bisa ditanam pada dataran tinggi maupun rendah, diantaranya adalah Iceberg, Red Romaine, Geand Rapids, dan Kriebo. Anda bisa mendapatkannya di toko yang menjual bibit hidroponik.

Dari semua jenis tersebut, yang paling banyak digunakan adalah Geand Rapids karena bisa tumbuh baik pada dataran manapun. Mau rendah, menengah, maupun dataran tinggi asalkan nutrisi terpenuhi.

Tahap Semai Benih

Setelah bibit selada hidroponik dipilih dan dipersiapkan, lanjut pada proses penyemaian benih yang bisa dilakukan dengan menyediakan beberapa alat dan bahan pendukung. Berikut ini langkah-langkahnya:

Alat-alat yang perlu disiapkan adalah, air secukupnya, tusuk gigi, mangkuk dengan ukuran berkisar 10 x 10 cm. Kemudian rockwool, pinset, dan baki khusus untuk melakukan persemaian. Terakhir adalah benih yang sudah terpilih.

  • Proses Semai Menggunakan Rockwool

Pada proses semai ini, ada beberapa langkah yang juga perlu diperhatikan. Supaya bibit bisa tumbuh sesuai yang diharapkan.

  • Persiapkan mangkuk dan isi 3/4 bagiannya dengan air bersih. Anda bisa pilih air sumur atau air tanah, jika tidak ada maka bisa pakai air biasa yang dipakai untuk kebutuhan rumah tangga.
  • Masukkan benih yang sudah dipersiapkan ke dalam mangkuk tersebut, lalu biarkan maksimal 24 jam. Pada masa ini, benih akan merekah dan pecah sehingga siap disemai.
  • Sambil menunggu 24 jam, Anda bisa mempersiapkan rockwool yang diiris tidak putus dengan ukuran 2,5 cm x 2,5 cm x 2,5 cm. Lanjutkan proses, dengan menusuk bagian tengahnya menggunakan tusuk gigi, sebagai tempat benih.
  • Tempatkan di dalam baki yang sudah diisi air sehingga rockwool akan selalu lembab.
  • Masukkan bibit ke bagian rockwool yang sudah dibolongkan, kemudian tempatkan di kawasan yang kena cahaya matahari untuk mempercepat proses benih tumbuh.
  • Tunggu sampai benih tumbuh, biasanya membutuhkan waktu hingga 10 hari. Jangan lupa untuk mengecek rutin pertumbuhannya, biasanya pada hari ketiga setelah disemai Anda akan melihat daunnya mulai tumbuh.

Itu tandanya, benih memang berkualitas dan bisa dipakai. Kemudian di usia tujuh hari jumlah daun akan terus bertambah bahkan mencapai tiga helai atau lebih.

Selama proses semai ini, Anda perlu memperhatikan kondisi rockwool, jangan sampai air mengering. Jika air yang tersedia pada bagi sudah menipis, maka Anda bisa menambah air hingga rockwool kembali lembab maksimal.

Tahap Persiapan Media Hidroponik

Dalam proses semai benih, Anda sudah bisa melakukan persiapan media hidroponik. Bisa menggunakan sistem Nutrient Film Technique (NTF), yang butuh persiapan cukup panjang, biasanya digunakan oleh profesional.

Untuk pemula, ada yang dinamakan sistem wick sederhana dengan persiapan yang lebih mudah dan biaya pembuatannya juga tidak terlalu mahal. Kali ini akan dijelaskan tentang sistem wick, dengan kemungkinan berhasil cukup besar.

Beberapa alat yang harus disediakan untuk menanam selada hidroponik adalah kain flanel yang memiliki sumbu, biasanya berwarna hijau. Setelah itu, cutter, botol air mineral, dan baki khusus untuk tempat utama penanaman.

  • Pembuatan Media
  • Bagi botol air mineral menjadi dua, dimana bagian bawah seperti gelas dan bagian atas akan terlihat seperti corong.
  • Iris sisi kiri dan kanan dari botol bagian bawah, kemudian masukkan kain flanel dari sisi kiri ke kanan.
  • Letakkan bagian atas botol yang berbentuk corong, ke bagian atas botol yang sudah diberi kain flanel. Pastikan bagian moncong menghadap ke bawah, fungsinya agar akar benih bisa menyentuh bagian bawah botol.

Tahap Pemindahan Benih

Saatnya untuk memindahkan benih ke dalam botol air mineral. Caranya, dengan memotong rockwool sesuai ukuran awal kemudian letakkan di bagian atas botol, bagian akar masuk ke bagian corongnya.

Buka bagian atas, kemudian isi bagian bawah botol dengan air nutrisi siap pakai yang bisa Anda beli di toko penjual bahan tanaman hidroponik.

Tata botol yang sudah diisi benih di dalam baki khusus, kemudian tempatkan di ruangan yang teduh dan tidak langsung terpapar sinar matahari untuk iga hari pertama. Setelah itu, baru dikeluarkan untuk menerima cahaya matahari langsung.

Tahap Perawatan

Perawatan sangat dibutuhkan, untuk memastikan pertumbuhan selada hidroponik normal dan bagus. Hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Pastikan air nutrisi tidak kering, lakukan penambahan jika air sudah mulai menyusut.
  • Lakukan pemotongan daun yang menguning, supaya tidak membuat kondisi daun lain juga ikut menguning karena tidak ternutrisi dengan baik.
  • Perhatikan juga kebersihan dari botol nutrisi, jika air terlihat keruh maka Anda bisa membersihkannya terlebih dahulu. Fungsinya, agar tidak terdapat zat pengganggu yang akan mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman tersebut.
  • Jika di daerah Anda sedang masuk musim panas, bisa memberikan pelindung yang terbiat dari kain khusus agar sinar matahari tidak langsung mengenai tanaman hidroponik tersebut.

Tahap Pengendalian Hama

Biasanya hama yang menyerang tanaman hidroponik sangat minim, tapi jika terdapat indikasi hama maka Anda bisa memberikan pestisida nabati yang dibuat dari bahan alami. Anda juga bisa membuatnya sendiri dengan bahan-bahan rumahan.

Pemberian pestisida dilakukan, hanya ketika tanaman terindikasi diserang hama. Jika tidak, maka penyemprotan pestisida diskip saja.

Pemberian peptisida, disesuaikan pula dengan jenis hama yang menyerang, beda hama beda pula racun yang tepat untuk membasminya.

Tahap Panen

Pada kondisi normal, panen dari bisa dilakukan ketika selada sudah msuk usia panen terhitung sejak benih dipindahkan ke media tanam. Pastikan untuk melakukan panen di usia yang tepat, supaya selada yang dihasilkan benar-benar segar dan siap konsumsi.

Kalau sudah berhasil sampai proses panen, Anda bisa melanjutkan proses dari awal lagi dengan jumlah bibit yang lebih banyak. Budidaya yang tepat, bisa dijadikan bisnis yang sangat menjanjikan ketika dilakukan dengan fokus dan benar-benar tepat pada setiap tahapannya.

Cara Menanam Selada Hidroponik

Setidaknya ada tiga cara menanam selada hidroponik. Ada yang namanya NFT, Wick, dan rakit apung. Ketiganya memiliki sistem dan persiapan yang berbeda, tapi hasilnya sama saja yaitu selada dengan kandungan gizi tinggi dan sehat.

NFT

Sistem ini banyak dipakai untuk penanaman selada skala besar, persiapannya cukup panjang terutama saat membuat media tanamnya. Soal pemilihan bibit hingga semai secara garis besar sama.

Ada yang menggunakan paralon besar yang nantinya dilubangi dengan alat khusus, sebagai tempat penanaman. Pengaliran nutrisi, dilakukan dengan memanfaatkan talang air dan selang akuarium berukuran kecil yang bisa didapat di toko perlengkapan akuarium.

Air nutrisi diletakkan di dalam ember dengan ketinggian tertentu. Untuk bisa menyalurkan nutrisi ke semua bibit yang sudah ditanam, perlu menggunakan pompa air kecil. Biasanya pompa tersebut dipakai pada akuarium.

Biaya untuk menggunakan cara ini sangat variatif, mulai dari kisaran ratusan ribu hingga jutaan. Tergantung kualitas bahan yang dipakai, juga jumlah bibit yang akan ditanam di area hidroponik.

Wick

Cara ini lebih mudah jika dibandingkan NFT, bahan yang digunakan juga lebih sederhana. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Jika Anda ingin yang lebih kekinian maka botol air mineral, bisa diganti dengan netpot khusus yang tersedia untuk tanaman hidroponik. Cara tanam ini, terbilang manual karena untuk memberikan nutrisi harus dilakukan secara manual tanpa bantuan pompa air.

Tingkat kesuksesan penanaman menggunakan cara ini sangat tinggi, terutama jika Anda membudidayakannya di lokasi yang tepat.

Selengkapnya : Hidroponik sederhana sistem Wick

Rakit Apung

Sering juga disebut dengan water culture, dimana bahan utama untuk penanamannya adalah styrofoam. Anda akan butuh aerator, untuk menghasilkan gelembung udara sebagai sumber oksigen selama proses pertumbuhan selada hidroponik tersebut.

Tertarik untuk mencoba cara tanam yang satu ini? Ikuti langkah berikut:

  1. Persiapan Alat dan Bahan

Sebelum memindahkan benih pada media rakit apung, Anda perlu mempersiapkan alat dan bahan. Diantaranya adalah, cutter, bak plastik dengan ukuran standar 50 cm x 30 cm x 20 cm.

Paku, rockwool, gelas bekas air mineral, dan aluminium foil merupakan bahan selanjutnya. Terakhir yaitu styrofoam, yang ukurannya disesuaikan dengan bak plastik yang akan digunakan.

  1. Pembuatan Media

Pembuatan media tergolong mudah, hanya butuh sekitar 30 menit saja sampai siap untuk menjadi tempat tanam selada tersebut. Langkahnya adalah:

  • Potong styrofoam sesuai dengan ukuran bak yang dimiliki. Jika Anda pakai ukuran standar di atas, maka ukuran satu bidang styrofoam adalah 50 cm x 30 cm x 20 cm.
  • Beri lapisan aluminium foil pada styrofoam tersebut, kemudian beri lubang sesuai ukuran diameter dari gelas air mineral yang akan dipakai.
  • Jangan lupa memberi jarak antar lubang, supaya pertumbuhan daun selada bisa maksimal.
  • Isi bak dengan air nutrisi tanaman hidroponik, kemudian pastikan tinggi dari aluminium foil sekitar 5 cm dari permukaan air nutrisi.
  • Lubangi bagian bawah gelas air mineral secukupnya, lalu isi dengan rockwool yang sudah dipotong dengan ukuran 3 cm x 3 cm x 3 cm. Jangan lupa membuat celah pada bagian tengah rockwool sebagai tempat bibit tanaman.
  1. Penanaman

Langkah selanjutnya, penanaman benih yang sudah selesai masa semai. Caranya adalah:

  • Masukkan bibit tanaman ke dalam rockwool yang sudah ditempatkan di dalam gelas air mineral.
  • Tempatkan gelas di lubang yang sudah dibuat pada styrofoam
  • Hidupkan aerator secara berkala, untuk memastikan oksigen selalu tersedia di bagian bak air.
  • Tempatkan media tersebut di lokasi yang terkena sinar matahari, supaya proses pertumbuhannya maksimal.
  • Cek juga bagian akar benih, pastikan selalu terkena air nutrisi supaya bisa menyerap nutrisi dengan baik dan menyalurkannya ke seluruh bagian tanaman.

Masa Panen Selada Hidroponik

Panen dari selada yang ditanam secara hidroponik, adalah 58 hari sejak benih pertama kali disemai. Kalau dihitung dari awal benih dipindahkan ke media tanam, maka hanya perlu waktu 23 hari saja.

Terhitung cepat, makanya banyak yang beralih menggunakan sistem hidroponik, karena masa panennya lebih cepat jika dibandingkan dengan penanaman normal pada lahan tanah.

Penghitungan itu, juga bisa maju atau mundur karena banyak hal yang mempengaruhinya, seperti:

  • Pemberian air nutrisi yang rutin dan sesuai dengan kebutuhan selada. Semakin lengkap nutrisi maka pertumbuhannya akan semakin cepat, sehingga panen juga bisa dilakukan tepat waktu.
  • Proses pembibitan yang sesuai standar, mulai dari awal memilih bibit penyemaian, hingga memilih bibit layak tanam.
  • Media tanam yang digunakan, apakah Anda pakai sistem NFT, Wick, atau rakit apung. Selama prosedur pembuatan media sesuai standar, maka masa panen akan sesuai dengan jadwalnya.
  • Seberapa maksimal tanaman mendapat sinar matahari, juga berperan penting. Bukan berarti harus terpapar setiap saat, namun masuk kategori cukup. Sinar matahari, sangat penting untuk proses fotosintesis pada tanaman selada hidroponik
  • Pengukuran pH, kadar nutrisi, dan suhu lingkungan secara berkala.

Ketika semua hal di atas sudah dilakukan maksimal, maka panen selada tidak akan lewat dari perhitungan standarnya. Sesuai masa panen, ciri-ciri tanaman tersebut sudah siap untuk dipanen.

  • Daun selada sudah berwarna hijau kategori cerah seperti daun pada umumnya.
  • Lebar daun sudah maksimal, bisa diukur dengan penggaris. Berdasarkan standar daun selada dewasa pada umumnya yaitu, panjangnya berkisar 20 cm sampai 25 cm dan lebar 15 cm.
  • Tekstur pada daun sudah bergelombang seperti daun selada pada umumnya, dengan tekstur lembut dan cenderung lunak sehingga mudah untuk dipatahkan.
  • Bagian akar sudah sangat kokoh dan terlihat dari jumlah dan ukuran akar yang juga masuk kategori selada dewasa.

Jadi, walaupun sudah masuk 23 hari usai bibit ditanam, Anda jangan langsung panen tapi lakukan pengecekan kondisi selada terlebih dahulu. Supaya saat dipanen hasilnya akan benar-benar memuaskan.

Cara Semai Benih Selada Hidroponik

Salah satu proses yang paling penting dalam budidaya selada hidroponik adalah, saat menyemai benih. Makanya sangat disarankan, untuk menyemai benih lebih banyak dari target yang bisa ditanam karena tidak semua benih nantinya bisa masuk kategori siap tanam.

Cara terbaik dari menyemai benih selada adalah menggunakan media rockwool, tapi ketika sulit menemukannya bisa diganti dengan sabut kelapa atau busa yang biasa dipakai untuk pembuatan jok kendaraan.

  • Siapkan media semai tersebut, dengan memotongnya pada ketebalan sekitar 2,5 centimeter.
  • Buat lubang pada bagian tengah media untuk menempatkan bibit nanti
  • Siapkan pula baki yang sudah diisi dengan air nutrisi untuk tanaman hidroponik, usahakan air terisi mencapai 3/4 bagian dari total volumenya.
  • Pilih benih yang sudah merekah dan siap untuk disemai, caranya sama dengan sebelumnya yaitu dengan merendam bibit di dalam air selama 24 jam. Kejelian Anda memilih bibit merekah terbaik akan sangat dibutuhkan pada tahap ini.
  • Masukkan benih ke dalam lubang pada media semai, lakukan satu persatu dengan hati-hati menggunakan pinset. Posisi bibit adalah bagian merekah berada di bawah, lalu letakkan media di atas baki yang sudah berisi air dan pastikan bagian bawah media terkena air sampai lembab.
  • Jika sudah selesai, tinggal merawat benih selama proses semai berlangsung. Pastikan air nutrisi selalu cukup, supaya proses semai benih berjalan lancar hingga maksimal 10 hari.

Demikian informasi mengenai Selada Hidroponik, semoga menjadi informasi untuk Anda yang sedang melakukan budidaya hidroponik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *